Pagelaran Sapi Sono’ 2011

Pagelaran Sapi Sono’ 2011

Selain kerapan sapi, Madura juga punya budaya yang tak kalah menarik. Budaya iu biasa disebut Sape Sono’.

Bedanya, jika kerapan sapi diadu kekuatan dan kekuasannya dalam berlari, maka sape sono’ diadu kecantikan dan keanggunannya. Ia malah diiring dengan music dan tari-tarian saronen—sebuah music khas yang memang biasa digunakan untuk mengiring sape sono’.Sapi-sapi ini dirawat bulunya agar bagus, badannya sintal dan bias berjalan serempak bersama pasangannya seperti pasukan yang sedang baris-berbaris.

Orang-orang diluar Madura biasa menyebut kontes ini tak ubahnya Fashionshow. Hanya saja, aktornya adalah sepasang sapi. Dan.. semua sapi yang ikut berlaga dalam kontes ini harus berjenis kelamin perempuan.

Dikatakan sape sono’ karena dalam kontes ini, sapi dilepas digaris finis, diiring berjalan dilintasan, dan kemudian harus finis dengan masuk (nyono’) dibawah sebuah gapura.

Di garis finis ini, sapi-sapi dituntut bias mengangkat kakinya secara bersamaan dan meletakkannya di sebuah kayu melintang. Kayu tersebut sebelumnya dibuat lebih tinggi dari lintasan.

Yang paling anggun dan serempak berjalan, serta paling cepat meletakkan kakinya dipapan melintang dibawah gapura, dialah sang pemenang. Pemiliknya berhak menerima hadiah dan secara ekonomis sapinya akan secara otomatis makin tingginya nilainya.

Share