Kerupuk Tangguk yang Super Wooow

Kerupuk Tangguk yang Super Wooow

 Kerupuk memang sering dikatakan sebagai penganan pelengkap. Ada atau tanpa kerupuk, tak jadi soal. Namun, banyak orang yang merasa kurang ‘’sreg’’ bila makan nasi tanpa kerupuk. Makan nasi rawon atau soto, misalnya, tentu akan lebih ‘’afdol’’ bila ditemani krupuk. Dan, ada banyak macam krupuk, baik rasa, bentuk, maupun warnanya. Misalnya, ‘’Kerupuk Tangguk’’ di Pamekasan.

Berikut tentang krupuk paling kondang di Pamekasan.Jika Anda membayangkan Krupuk Tangguk seperti krupuk lazimnya, Anda jelas keliru, Krupuk Tangguk atau Krupuk Topi (Tangguk bahasa Madura = Topi), sesuai namanya, bentuk dan ukurannya justru tidak lazim. Yakni, seperti topi petani. Bisa jadi karena itu, krupuk yang diproduksi di Kampung Pongkoran, Kelurahan Gladak Anyar, Kecamatan Kota Pamekasan ini, sangat kondang. Tapi, mengapa orang membuat krupuk yang ukurannya tidak lazim tersebut? Ini ada ceritanya sendiri, yang berkaitan dengan acara karapan sapi.

Menurut sebuah cerita, dulu kala, Krupuk Tangguk dipakai sebagai pelindung kepala dari panas terik matahari. Karena itulah krupuk ini disebut krupuk tangguk atau krupuk topi alias krupuk penutup kepala. Ukuran krupuk Tangguk paling kecil sebesar Dampar (Meja untuk membaca Al-Qur’an) atau 60 cm x 40 cm. Itu pun sebelum digoreng, jika sudah digoreng ukurannya bisa sebesar meja makan.

Yang menyebabkan krupuk Tangguk dikenal oleh masyarakat luas karena bentuk dan ukurannya yang khas dan hanya ditemukan di Pamekasan. Krupuk Tangguk hanya dibuat oleh satu keluarga secara turun temurun dan hanya tersebar di kota Pamekasan. Krupuk ini rasanya akan semakin enak apabila dimakan dengan petis, sambal kacang atau bumbu lainnya.

Sedangkan bahan krupuk Tangguk, yang utama adalah tepung ketela pohon dan tepung kanji serta garam. Setiap hari bisa menghabiskan bahan sekitar enam gantang (satu gantang sekitar 3 kg). Jika dinominalkan, sekitar Rp 30.000 per hari, dan selama satu hari bisa memproduksi sebanyak 100 biji krupuk Tangguk.

Sampai saat ini, harga yang dipatok per lembar krupuk Tangguk ini bervariasi tergantung dari ukurannya, berkisar Rp 1.250 sampai Rp 4.500. Jika masih dalam keadaan mentah harganya Rp 1000. Saat ini, krupuk Tangguk hanya dipasarkan di Pamekasan, terutama di pasar-pasar seperti pasar Kolpajung, pasar Gurem, pasar 17 Agustus atau di sekolah-sekolah.

Selain di Pamekasan, krupuk Tangguk juga pernah dibeli orang dari luar daerah. Misalnya, pernah ada pembeli dari Malang yang memborong sebanyak seratus biji. Akibatnya, mobil pikap yang dibuat mengangkut krupuk tersebut tidak muat karena ukuran krupuk yang sangat besar. Sungguh kerupuk yang “WOOOW”……. WOOOW ukurannya, WOOOW rasanya dan WOOOW pembuatannya……

Dalam Rangkat HUT ke-2 Nak-kanak Blogger Madura | Plat-M

Share