Sate Lalat yang Menggugah Selera

Sate Lalat yang Menggugah Selera

Sate Lalat khas Pamekasan, Madura. Begitulah menu makanan ini dijuluki. Uups….. jangan mual dan jijik duu setelah mendengar kata “lalat”. Sate lalat bukanlah sate yang terbuat daging lalat, hewan yang biasa menghinggapi sampah. Disebut sate lalat, lantaran bentuk dan ukuran irisan dagingnya kecil-kecil, sekecil lalat. Maka dari itu kenapa dinamakan Sate Lalat. Dagingnya pun sama dengan sate lainnya. Yakni daging ayam dan kambing.


Jadi, belum lengkap rasanya jika berkeliling Pulau Madura tidak mencicipi dan  merasakan lezatnya Sate ‘Lalat’. Masakan yang hanya ditemukan di malam hari tepatnya di Jalan Niaga kota Pamekasan. Disini banyak warung-warung sate yang berjajar di sepanjang Jalan niaga, yang disulap sebagai kawasan pusat jajanan serba ada (Pujasera) di Kota Pamekasan. Biasanya selepas jam empat sore, warung sate lalat baru dibuka.
Selain berbeda irisan daging yang mungil, perbedaan sate lalat dengan sate yang lain, terletak pada racikan bumbunnya. Bumbu kacang campur kecap yang ditambah rempah rahasia sehingga terasa mantap di lidah konsumen. Setiap malam, Warung Sate Lalat di Jalan Niaga tak pernah sepi pengunjung.


Menurut para pelanggan, rasa sate lalat cukup fantastis. Pembakaran daging setengah matang, terasa manis di ujung lidah. Harganya sangat terjangkau. Cukup mengeluarkan uang Rp 7.500, anda sudah bisa menikmati seporsi sate lalat plus segelas teh hangat.
Saking rasanya yang begitu lezat Sate Lalat tidak hanya terkenal di Madura saja tapi di luar Madura pun cukup terkenal. Bahkan pernah masuk dalam berita Liputan 6 SCTV dan di Oke Zone.
Jadi jangan lupa kalau Anda berkunjung ke Madura terutama di Pamekasan sempatkan mampir untuk mencicipi dan  merasakan lezatnya Sate Lalat biar Anda tidak rugi berkunjung ke Madura.
Share