Tak Mudah Menuju Pantai 3 (Tiga) Warna, Pantai Konservasi yang Mempesona

Tak Mudah Menuju Pantai 3 (Tiga) Warna, Pantai Konservasi yang Mempesona

Hosting Unlimited Indonesia
Mbolang kali ini lagi-lagi saya ke Pantai Selatan Malang, banyak pantai yang indah di Malang yang tidak bosan untuk dikunjungi salah satunya pantai yang lagi tren dan pasti sudah banyak yang tahu yaitu Pantai 3 (Tiga) Warna, terletak di Desa Sendang Biru Kecamatan Sitiarjo, Malang Selatan. Untuk ke Pantai 3 (Tiga) Warna harus booking dulu H-7 sebelumnya, nanti cara bookingnya saya taruh di akhir artikel ini.

Untuk menuju Pantai 3 (Tiga) Warna bisa melewati Kecamatan Turen – Dampit atau bisa juga dari Kecamatan Kepanjen. Dua rute ini sama-sama menuju Pantai Sendang Biru, tapi kali ini saya akan membagikan rute yang lewat Kecamatan Kepanjen karena pulangnya kita akan mampir ke Turen, jadi kita mengambil rute yang berbeda pergi dan pulangnya.

Dari Kecamatan Kepanjen, kita bisa mengikuti rute ke arah Pantai Balekambang, karena memang rutenya searah. Menelusuri jalan demi jalan walau keadaan malam hari, saya masih teringat ketika ke Pantai Balekambang pertama kalinya pada tahun 2012 silam, kondisi jalannya juga hampir tidak berubah waktu saya kesini 4 tahun yang lalu. ini peta jika berangkat dari Kepanjen.

Peta dari Kecamatan Kepanjen

Dari peta diatas jika kita perbesar dapat dilihat ada pertigaan yang menuju Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina, sebelum melewati Pantai Goa Cina terlebih dahulu melewati Pantai Bajulmati, Jembatan Bajulmati, setelah itu ada rambu-rambu petunjuk jalan sebelah kiri jalan, kita lurus saja terus kalau ke kanan kita akan ke arah Pantai Goa Cina.

Setelah beberapa menit kemudia akhirnya kita sampai di gang menuju Pantai Clungup. lho kenapa ke Pantai Clungup bukan ke Tiga Warna ? tenang saja, kita ke Tiga Warna memang melalui Pantai Clungup.

Foto Pintu Masuk Pantai Clungup

Foto diatas saya ambil ketika pulang, karena saya sampai disana sekitar jam 02.00 WIB jadi tidak sempat untuk mengambil gambar. Melihat foto diatas saya teringat waktu awal tahun mau kesini tapi tidak jadi karena ditutup selama tahun baru.

Ada beberapa informasi yang saya bagikan sebelum menuju pantainya.

  1. Berkunjung menggunakan kendaraan Mini Bus atau yang lebih besar, kendaaran tidak bisa masuk gang tersebut dan harus parkir dilahan kosong disebelah Bank BRI, untuk para pengunjung harus jalan kaki sekitar 200 meter menuju tempat parkir mobil di area dalam.
  2. Berkunjung menggunakan kendaraan Bus Mini atau yang lebih kecil bisa langsung masuk menuju tempat parkir, sekitar 200 meter dari gang masuk.
  3. Berkunjung menggunakan kendaraan sepeda motor, lebih enak lagi karena bisa parkir lebih dekat dengan pantai Clungup tepatnya di Posko 1.

Kita menggunakan Mini Bus yang isi 30 kursi, mau tidak mau harus parkir diluar dan jalan kaki ke dalam serta membawa perlengkapan yang diperlukan. kemudian kita sampai ditempat parkir mobil, dari sini seharusnya kita bisa menggunakan ojek menuju Posko 1 tapi karena kita sampai jam 2 pagi jadi harus jalan kaki dengan jarak kurang lebih 1 kilo meter ditambah kondisi jalan saat itu becek dan lumpur karena baru selesai diguyur hujan dan jalannya tanpa penerangan ditambah tidak ada yang membawa senter jadi disini menggunakan senter dari handphone.

Selangkah demi selangkah kita berjalan kaki menempuh jarak yag lumayan jauh, lama-kelamaan sandal penuh dengan lumpur dan langkah kaki terasa makin berat. Untuk mempercepat langkah kaki kita membuka alas kaki supaya tidak berat, lepas alas kaki bukan tanpa kendala juga karena kaki tertusuk batu jalan yang lumayan runcing.

Setelah hampir 1 jam jalan kaki, kita sampai juga di Posko 1. Dari sini kita disuruh langsung ke Posko 2 yang berjarak kurang lebih 150 meter dan ditempuh dengan jalan kaki, setelah beberapa menit jalan kaki kita sampai di Posko 2 yang merupakan posko checklist barang bawaan.

Foto Posko 2 diambil ketika pulang

Di Posko 2 ini semua barang bawaan yang berpotensi menghasilkan sampah didata satu-persatu mulai dari botol minuman, plastik, snack, tisu dan lain sebagainya. Dan nanti saat pulang dari pantai, pendataan itu kembali dilakukan, barang yang masuk harus sama dengan barang yang keluar, semua itu di data berdasarkan checklist yang sudah di isi sebelumnya apabila ada yang kurang maka perbarang dikenakan denda Rp. 100.000,-

Di posko tersebut juga ditanyakan kode Booking Pantai Tiga Warna kemudia diberikan bukti pembayaran seperti tiket masuk, untuk 30 orang kita dibagi dengan 2 rombongan dan total membayar Rp. 390.000,- sudah termasuk tour guide untuk 2 rombongan. Untuk ke Pantai Tiga Warna dibuka jam 06.00, karena masih jam 03.00 kita disuruh tunggu di Pantai Gatra nanti jam 06.00 akan di jemput oleh guide.

Dari posko 2 lagi-lagi kita harus jalan kaki untuk menuju Pantai Gatra yang jaraknya lumayan jauh yaitu sekitar 25 menit dari posko, beberapa meter dari posko 2 kita akan melewati rawa yang berpasir dan berhenti sejenak untuk membersihkan sadar yang penuh dengan lumpur, tidak jauh dari rawa kita akan melihat pantai Clungup tapi karena malam jadi kurang jelas, kemudian perjalanan kita lanjutkan kembali. Alhamdulillah setelah menempuh perjalanan dengan jalan kaki kita sampai juga Pantai Gatra sekitar jam 03.30.

Ternyata di Pantai Gatra sudah banyak orang yang berkemah, tapi karena tidak ada niatan untuk berkemah kita  tidak membawa tenda hanya membawa 2 tikar sebagai alas. Kita semua langsung beristirahat dipinggir pantai dengan diselimuti angin malam yang dingin menusuk kulit dan menunggu hinggan jam 06.00 untuk menuju Pantai Tiga Warna.

Kini sinar mentari sudah mulai menampakkan diri, semalam kita tidak bisa melihat secara jelas pantai Gatra seperti apa, kini ketika pagi baru kita bisa melihat begitu indahnya paintai ini dengan pasir putih dan ombaknya yang tidak terlalu besar.

Foto Pantai Gatra diambil ketika pulang

Namun kita tidak lama dipantai ini karena tujuan utama kita bukanlah Pantai Gantra dan Guide yang menjemput kita juga sudah datang. Perjalanan dilanjutkan kembali dengan jalan kaki menuju Pantai Tiga Warna dengan waktu tempuh kurang lebih sekitar 30 menit. Seperti ini sebagian rute yang kita lewati.

Foto Perjalanan Menuju Patai Tiga Warna

Begitu sampai kita takjub melihat serpihan surga, airnya yang sangat jernih dan tak melihat sampah satupun, sungguh pantai yang benar-benar dijaga dan beruntungnya lagi kita adalah rombongan pertama yang sampai jadi kita bisa puas-puasin untuk foto dan tidak terlalu ramai juga. 😀

Foto Pantai Tiga Warna di Pagi Hari dan Belum Ada Rombongan Lain

Untuk mengetahui warnai pantai yang ada tiga, harus mengambil foto dari tempat yag lumayan tinggi.

Tak lama-lama mengambil foto, naluri untuk berenang  memenaggil saya dan teman-teman untuk segera menyeburkan diri ke laut. Kita segera menemui guide untuk menyewa peralatan snorkeling, dengan membayar Rp. 20.000/perorang kita sudah bisa mendapatkan satu set peralatan snorkeling. Sebelum snorkeling kita mendapat arahan bahwa tidak boleh menginjak terumbu karang yang ada, selesai pengarahan saya langsung berlalri ke arah laut dan langsung menyeburkan diri.

Begitu menyeburkan diri dan snorkeling, saya dibuat takjub akan indahnya pemandangan terumbu karang dibawah laut dan ikannya yang begitu indah dan bagus, sungguh panati ini dijaga dan untuk konservasi terumbu karang. Tak terasa waktu yang dihabisi di air ternyata begitu singkat karena setiap rombongan hanya dijatah 2 jam kunjungan, tapi itu semua sudah membuat saya puas dan bersyukur bisa menikmati pemandangan bawah laut yang begitu indah.

Di Pantai Tiga Warna ini tidak ada tempat Ponten untuk keramas, adanya hanya di Pantai Gatra (6 unit) dan Posko 2 (9 unit) saja. Akhirnya kita pulang menuju Pantai Gatra untuk  keramas. Setelah kita semua selesai keramas, kita langsung pulang melewati rute yang sama dengan keberangkatan.

Sebelum sampai posko 2 kita melewati rawa lagi, namun kali beda dengan saat kita datang yang mana kondisinya kering tapi saat pulang sudah ada air yang menggenangi, mungkin ini karena dampak pasangnya air laut.

Foto Rawa yang Tergenang Air Laut

Foto Posko 2 dan Keterangan Cek Sampah di Posko 1

Setelah kita sampai di posko 1 barang bawaan kita diperiksa apakah sesuai dengan list yang sudah di data sebelumnya di posko 2, sebelah posko 1 ada tempat parkir untuk sepeda motor.

Foto Posko 1 Pemeriksaan Sampah

Tempat Parkir Kendaraan Sepeda Motor

Untuk kembali ke bus jalannya lumayan jauh dan sudah tidak kuat lagi untuk jalan kaki, jadi kita putuskan untuk menggunakan ojek dengan harga yang begitu murah yaitu Rp. 5.000,- perorang. satu ojek bisa diisi berdua tapi bayarnya tetap perorang.

Alhamdulillah kita semua sudah sampai di bus dan berakhir pula trip kali ini  yang sungguh melelahkan dan menguras tenaga tapi itu semua dibayar tuntas dengan indahnya Pantai Gatra dan Pantai Tiga Warna.

Tunggu trip saya selanjutnya ya 😀

hampir lupa memberitahu cara bookingnya 🙂

  • Melalui facebook

    Bhakti Alam Sendangbiru
    Lia Putrianda

  • Melalui Handphone

    0821-3267-7713 (SMS ONLY, Jam kerja)
    0812-3333-9889 (CALL, Jam Kerja)

  • Format Booking

    Ketik : NAMA_TANGGAL BOOKING_NO HP_PUKUL TIBA DI TKP_JUMLAH ANGGOTA
    Contoh : Andi_28/03/16_082334816xxx_03.00_15Orang

 

ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Tanya seperlunya saja
  • Dibaca keterangan yang ada di Facebook yang ada di atas untuk informasinya
  • Saat menghubungi nomor tersebut adalah jam kerja
  • Setiap hari Kamis, Pantai Tiga Warna menerapkan hari libur kunjungan

Tambahan informasi :

Waktu booking : 08.00 – 16.00
Maksimal Rombongan : 10 orang
Guide diwajibkan untuk 10 oran

Harga
Harga Tiket Masuk                         : Rp.   8000/orang
Harga Guide per 10 orang             : Rp. 75000/group
Parkir Motor                                    : Rp.    5000/motor

Hosting Unlimited Indonesia
Share